Klopp, Pelatih Ideal untuk Milan   MILAN – Nama Jurgen

Klopp, Pelatih Ideal untuk Milan

 
 
Jurgen Klopp (Foto: Reuters)

 

MILAN Nama Jurgen Klopp mulai akrab di telinga para pecinta sepakbola dunia. Pelatih asal Jerman ini mulai banyak dikenal usai membawa Borussia Dortmund melaju ke final Liga Champions.

Klopp yang menukangi Dortmund sejak 2008, sukses membuat kejutan besar di pentas paling elit di benua biru, musim ini. Datang sebagai tim underdog, Klopp membawa Dortmund melewati hadangan tim-tim kuat macam Real Madrid, Manchester City dan Ajax Amsterdam di fase grup.

Terkini, Dortmund dibawanya kembali menggilas Madrid pada babak semifinal. Klopp menerapkan strategi tepat untuk melumpuhkan El Real 1-4 di leg pertama. Meski kalah 0-2 pada leg kedua, namun Dortmund tetap berhak lolos ke final dengan keunggulan agregat 4-3.

Kekalahan dari Madrid pada leg kedua itu menjadi satu-satunya kekalahan yang dialami Dortmund sepanjang Liga Champions musim ini. Rekor apik tersebut cukup menggambarkan betapa hebatnya Klopp dalam meracik strategi.

Dalam sebuah sesi wawancara, Klopp mengaku punya panutan yang mempengaruhi pola pikirnya dalam meracik strategi. Pelatih 45 tahun ini mengaku banyak belajar dari eks pelatih Milan, Arrigo Sacchi, meski dirinya tak pernah secara langsung dibimbing oleh pelatih yang memimpin kesuksesan Milan pada era 1987-1991.

Klopp terkesan dengan gaya kepelatihan Sacchi yang dinilainya, tak hanya mampu mengembangkan kualitas para pemain bintang yang dimilikinya, namun juga sukses mengorbitkan pemain-pemain akademi, seperti Paolo Maldini dan Demetrio Albertini.

“Saya belum pernah bertemu dengannya (Sacchi), tapi semua yang saya pelajari tentang pelatih saya dapat darinya,” ujat Klopp memuji Sacchi yang kebetulan menyaksikan duel Madrid vs Dortmund, sebagaimana dikutip Championsleague.ca.

“Mantan pelatih saya, Wolfgang Frank mengikuti gayanya dan kita tahu apabila Arrigo Sacchi bisa melakukan apa yang dilakukannya pada Maldini, Baresi, Albetini, maka kami juga bisa melakukan hal sama. Mungkin tidak sebagus dia, tapi secara disiplin taktik, kami tak punya masalah. Jika mereka mampu melakukannya, maka kami juga bisa. Jadi, tim yang saya miliki sekarang merupakan 10% dari tim Arrigo Sacchi,” sambungnya.

Pujian yang dilontarkan Klopp kepada Sacchi, langsung memicu spekulasi apabila dirinya berminat hengkang dari Dortmund dan mencari petualangan baru. Media Italia bahkan langsung menyebut Klopp sebagai pelatih yang ideal untuk AC Milan, mengingat filosofi yang diterapkannya sama dengan Sacchi.

Selain itu, kondisi skuad Milan saat ini juga dinilai sama dengan kondisi Dortmund. Saat ini, Rossoneri tengah dalam masa transisi, setelah ditinggal sejumlah pemain andalan seperti Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, Clarence Seedorf, Alessandro Nesta dan Filippo Inzaghi.

Kini, Milan lebih mengandalkan pemain-pemain muda yang belum punya banyak pengalaman, seperti Mario Balotelli, M’Baye Niang dan Stephan El Shaarawy. Untuk bisa bersaing di Italia dan Eropa, Milan diyakini hanya butuh sedikit tambahan pemain dan pelatih yang mampu menggali potensi yang dimiliki pemain muda itu.

Nah, Klopp dianggap sebagai kandidat ideal untuk menggantikan posisi Massimiliano Allegri yang posisinya belum aman, menyusul performa inkonsisten Milan musim ini. Ada yang mengatakan Allegri akan meninggalkan Milan saat kontraknya habis pada 2014. Ada juga yang mengatakan, Allegri akan menukangi AS Roma.

Jika dibandingkan, Klopp memiliki statistik yang lebih baik dari Allegri. Di pentas domestik, Allegri hanya memenangi 25% duel melawan tim-tim kuat macam Juventus, Inter Milan, Napoli dan Fiorentina. Sementara di Liga Champions, Allegri hanya memenangi delapan dari total 26 laga yang dijalaninya (bukan ukuran ideal untuk klub pengoleksi tujuh titel UCL seperti Milan).

Sementara itu, Klopp punya rataan 48% kemenangan melawan tim-tim kuat Bundesliga seperti Bayern Munich, Schalke dan Bayer Leverkusen di Bundesliga. Sementata di Liga Champions, Klopp mencatatkan rekor (12 menang,3 imbang dan 2 kalah) atau rataannya mencapai 71%.

Saat ini, Klopp masih harus membuktikan kualitasnya sebagai pelatih jempolan dengan membawa Dortmund meraih trofi UCL kedua setelah 1997. Namun, tugas berat menantinya, yakni mengalahkan musuh bebuyutannya, Bayern Munich pada laga puncak di Wembley Stadium, 26 Mei dini hari WIB.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Mei 2013
    S S R K J S M
    « Apr    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031